Langit kelabu dan gelombang tinggi yang menghantam pesisir selatan Italia akhirnya merobohkan satu ikon romantis yang selama ini menjadi magnet wisata. Lovers Arch, lengkungan batu alami yang berdiri megah di kawasan Sant’Andrea dekat Melendugno, wilayah Puglia, runtuh setelah diterjang cuaca buruk selama beberapa hari.
Formasi batuan yang berada di tepi Laut Adriatik ini bukan sekadar lanskap indah. Ia adalah simbol cinta. Selama bertahun-tahun, pasangan dari berbagai penjuru dunia datang ke pantai Salento—yang dikenal sebagai “tumit sepatu” Italia—untuk melamar, berciuman pertama kali, atau sekadar mengabadikan momen di bawah lengkungan alami tersebut.
Mengutip laporan The Independent, Rabu (18/2/2026), runtuhnya Lovers Arch langsung memicu kekhawatiran. Pemerintah setempat memperingatkan bahwa beberapa titik lain di garis pantai berbatu kini berada dalam kondisi rawan dan berpotensi mengalami keruntuhan serupa.
Wali Kota Melendugno, Maurizio Cisternino, tak menutupi rasa kecewanya. Ia menyebut peristiwa itu sebagai “hadiah Hari Valentine yang tidak diinginkan” bagi warganya. Menurutnya, kejadian ini merupakan pukulan berat bagi citra daerah dan sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi setempat.
“Alam telah mengambil kembali apa yang telah diciptakannya,” ujar Cisternino, merujuk pada hujan deras tanpa henti, angin kencang, serta gelombang tinggi yang terus menerjang pantai hingga akhirnya meruntuhkan lengkungan tersebut.
Tak hanya Sant’Andrea yang terdampak. Cuaca ekstrem juga menghantam pesisir Laut Ionia, dari Ugento hingga Pantai Gallipoli. Erosi menggerus garis pantai, merusak fasilitas tepi laut, memicu longsoran kecil di tebing, bahkan mengganggu aktivitas pelabuhan. Sejak awal tahun, cuaca ekstrem di Italia selatan diperkirakan telah menimbulkan kerugian lebih dari satu miliar euro.
Di Niscemi, Sisilia, tanah longsor memaksa lebih dari 1.500 warga mengungsi. Beberapa bangunan terlihat menggantung di tepi jurang setelah lereng di bawahnya amblas. Sebuah mobil dilaporkan terperosok dengan bagian depannya menjorok ke jurang. Pemerintah Italia di bawah Perdana Menteri Giorgia Meloni pun menetapkan status darurat untuk Sisilia, Sardinia, dan Calabria setelah badai besar melanda wilayah tersebut pada Januari.
Fenomena cuaca ekstrem memang semakin sering terjadi dalam beberapa tahun terakhir di Italia. Dalam badai terbaru, hujan lebat, angin kencang, dan ombak setinggi hingga sembilan meter menghantam Sisilia, Sardinia, dan Calabria selama dua hari, mendorong air laut meluap hingga ke daratan.
Padahal, seperti pernah dilaporkan CNN, lengkungan di tebing batu pantai Salento ini telah menarik pengunjung romantis selama berabad-abad. Legenda setempat menyebutkan, pasangan yang berciuman di bawah lengkungan tersebut akan ditakdirkan untuk cinta abadi.
Kini, lengkungan itu tinggal kenangan. Namun bagi banyak orang, Lovers Arch akan tetap hidup dalam foto-foto lama, kisah lamaran yang berhasil, dan cerita cinta yang pernah bersemi di bawah bayangannya. Pesisir Puglia mungkin kehilangan satu ikon, tetapi daya tarik alam dan sejarahnya masih menyimpan sejuta alasan untuk kembali dikunjungi—dengan kesadaran baru bahwa alam, pada akhirnya, selalu memiliki kata terakhir.