Toyota Masih Pertahankan Yaris Hatchback di Tengah Tren SUV yang Meningkat

  • Penjualan Toyota Yaris di Indonesia terus menurun dalam lima tahun terakhir, dari 6.819 unit pada 2021 menjadi hanya 184 unit pada 2025 berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia.
  • Meski tren pasar bergeser ke SUV, PT Toyota Astra Motor menegaskan Yaris hatchback masih dijual. Direktur Marketing Jap Ernando Demily menyebut segmen 5-seater hatchback masih memiliki pasar.
  • Perubahan preferensi konsumen ke SUV membuat Toyota mendorong model seperti Toyota Yaris Cross, sementara pesaingnya Honda Motor Co. bahkan sudah menghentikan produksi Honda City Hatchback di Indonesia.

Pasar mobil hatchback di Indonesia tampaknya semakin menyusut dalam beberapa tahun terakhir. Namun demikian, Toyota Motor Corporation melalui afiliasinya di Indonesia masih mempertahankan penjualan Toyota Yaris hatchback meski tren pasar kini lebih condong ke kendaraan berjenis SUV.

Data penjualan wholesales yang dirilis oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia menunjukkan penurunan cukup tajam pada distribusi Yaris dalam lima tahun terakhir. Pada 2021, distribusi model hatchback ini masih mencapai 6.819 unit. Namun, angka tersebut terus merosot dalam beberapa tahun berikutnya.

Pada 2022, distribusi turun menjadi 3.781 unit. Penurunan berlanjut pada 2023 dengan total hanya 1.436 unit. Situasi semakin melemah pada 2024 ketika distribusi Yaris hatchback bahkan tidak mencapai 500 unit, dengan total hanya 373 unit yang dikirimkan ke dealer di seluruh Indonesia.

Penurunan tersebut masih berlanjut hingga 2025. Berdasarkan data Gaikindo, sepanjang tahun lalu distribusi Toyota Yaris hatchback hanya mencapai 184 unit. Meski demikian, Toyota menegaskan bahwa produksi dan penjualan model tersebut masih akan tetap berjalan.

Direktur Marketing PT Toyota Astra Motor, Jap Ernando Demily, menyatakan bahwa Toyota masih membuka kesempatan bagi konsumen yang tertarik dengan model hatchback tersebut.

“Sampai hari ini kita masih membuka kesempatan kepada customer. Yaris hatchback kita masih ada. Kalau pasar kan masuknya ke klasifikasi 5-seater, marketnya masih cukup ada,” ujar Ernando dalam keterangannya.

Menurut Ernando, perubahan preferensi konsumen menjadi salah satu faktor utama turunnya penjualan Yaris hatchback. Saat ini, konsumen di Indonesia semakin cenderung memilih mobil dengan desain SUV atau crossover.

“Kalau dibandingkan dengan beberapa tahun lalu, Yaris hatchback kan lagi tren lah ya, arahnya semua customer ke 5-seater hatchback sedangkan kalau sekarang kita itu melihat customer arahnya lebih ke SUV cross gitu,” jelasnya.

Sebagai respons terhadap perubahan tren tersebut, Toyota juga menghadirkan varian SUV dari lini Yaris, yaitu Toyota Yaris Cross yang kini diproduksi di Indonesia oleh Toyota Motor Manufacturing Indonesia.

“Karena itu kita juga memiliki Yaris Cross yang sekarang diproduksi di TMMIN kan sebenarnya kita lihat arahnya customer ke sana,” tambah Ernando.

Penurunan minat terhadap mobil hatchback tidak hanya dirasakan Toyota. Produsen lain seperti Honda Motor Co. juga mengalami tekanan di segmen yang sama. Bahkan, Honda telah memutuskan untuk menghentikan produksi Honda City Hatchback di Indonesia. Meski begitu, model tersebut masih dijual untuk menghabiskan stok yang tersisa di dealer.

Kondisi ini menunjukkan bahwa perubahan preferensi konsumen terhadap kendaraan yang lebih tinggi dan serbaguna seperti SUV semakin kuat di pasar otomotif Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *