- Stok beras pemerintah meningkat tajam – Cadangan Beras Pemerintah (CBP) diperkirakan mencapai 4 juta ton dalam waktu dekat dan 5 juta ton bulan depan, level yang disebut pemerintah sebagai yang tertinggi dalam sejarah Indonesia.
- Serapan beras domestik melonjak – Hingga 11 Maret, pengadaan beras dalam negeri telah mencapai 928,2 ribu ton, lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu seiring panen raya padi yang sedang berlangsung.
- Bulog diminta agresif menyerap gabah petani – Pemerintah mengandalkan mekanisme Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk menjaga harga petani sekaligus memperkuat stok nasional dan stabilitas pasokan pangan.
Pemerintah memperkirakan cadangan beras nasional akan melonjak signifikan dalam beberapa bulan ke depan. Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memprediksi stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dapat mencapai sekitar 4 juta ton dalam waktu dekat, bahkan berpotensi menembus 5 juta ton dalam satu bulan ke depan.
Amran menyebut lonjakan cadangan tersebut merupakan hasil dari percepatan penyerapan gabah dan beras dari petani oleh Perum Bulog yang semakin agresif menjelang panen raya.
“Stok kita hari ini sekitar 3,9 juta ton. Minggu ini insya Allah 4 juta ton dan satu bulan ke depan bisa mencapai 5 juta ton. Ini belum pernah terjadi dalam sejarah Republik Indonesia,” ujar Amran dalam keterangannya.
Ia menambahkan bahwa jika tren produksi dan penyerapan terus berlanjut, cadangan beras bahkan berpotensi meningkat lagi pada kuartal kedua tahun ini. “Bulan April, Mei, Juni bisa mencapai sekitar 6 juta ton. Estimasi bulan depan saja sudah sekitar 5,2 juta ton,” kata Amran.
Panen Raya Dorong Lonjakan Serapan
Data Bapanas menunjukkan realisasi pengadaan beras dalam negeri hingga 11 Maret telah mencapai sekitar 928 ribu ton, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu sekitar 719 ribu ton. Kenaikan ini diperkirakan masih akan terus berlanjut karena panen raya padi berlangsung pada Maret hingga April.
Menurut Amran, keberhasilan ini tidak lepas dari kolaborasi berbagai lembaga pemerintah yang mendorong penyerapan hasil panen petani.
“Ini kerja keras kita semua di bawah gagasan besar Presiden. Presiden kita luar biasa dalam menggerakkan ekonomi rakyat,” kata Amran.
Sebelumnya, pemerintah memang telah menargetkan penyerapan gabah dan beras setara 4 juta ton sepanjang 2026 untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dan menekan ketergantungan impor.
Cadangan Beras Tertinggi dalam Satu Dekade
Penguatan stok ini juga dinilai sebagai sinyal positif bagi stabilitas pangan nasional. Bapanas menyebut peningkatan penyerapan CBP saat ini merupakan salah satu yang terbesar dalam satu dekade terakhir dan berperan penting dalam menjaga stabilitas harga beras di dalam negeri.
Selain menjaga stok domestik, pemerintah bahkan mulai membuka peluang ekspor beras setelah serapan dalam negeri melonjak tajam pada awal 2026. Amran menyebut serapan beras nasional sempat naik lebih dari 700% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, mencerminkan meningkatnya produksi dan efisiensi distribusi.
Dengan stok yang semakin kuat, pemerintah juga mulai melakukan ekspor beras dalam jumlah terbatas, termasuk untuk memenuhi kebutuhan pasar luar negeri seperti Timur Tengah dan beberapa negara tetangga.
Kebijakan Serapan dan Harga Petani
Dalam mendukung pengadaan cadangan beras pemerintah, Bapanas menerapkan aturan pembelian gabah dan beras dari petani melalui skema Harga Pembelian Pemerintah (HPP).
Melalui mekanisme ini, Bulog diwajibkan membeli gabah petani sesuai harga acuan ketika harga di tingkat produsen berada di bawah HPP. Namun jika harga pasar lebih tinggi, pemerintah memberi fleksibilitas agar Bulog tetap dapat melakukan penyerapan dalam jangka waktu tertentu.
Selain itu, pemerintah juga memastikan distribusi beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tetap berjalan sepanjang tahun untuk menjaga stabilitas harga di pasar, kecuali di daerah yang sedang mengalami panen raya.
Dengan produksi yang meningkat dan stok yang terus bertambah, pemerintah berharap ketahanan pangan nasional semakin kuat, sekaligus memberikan kepastian harga bagi petani di tengah musim panen yang sedang berlangsung.