Jakarta — Sejumlah perusahaan transportasi daring meningkatkan dukungan bagi mitra pengemudi menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026 melalui penyaluran Bonus Hari Raya (BHR). Program ini diumumkan oleh perusahaan seperti Grab Indonesia, GoTo Group, dan Maxim Indonesia sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi mitra pengemudi di ekosistem transportasi digital.
Chief Executive Officer Grab Indonesia, Neneng Goenadi, mengatakan bahwa perusahaan meningkatkan alokasi anggaran BHR tahun ini menjadi sekitar Rp100 miliar hingga Rp110 miliar, atau dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Menurutnya, peningkatan ini tidak hanya memperbesar kapasitas program tetapi juga memperbaiki struktur nominal penerimaan bagi berbagai kategori mitra.
“Sejalan dengan pendekatan tersebut, seluruh Mitra Pengemudi Aktif dengan tingkat produktivitas tinggi—yang berjumlah lebih dari 400.000 Mitra Pengemudi—menerima BHR sebagai bentuk penghargaan tulus atas kontribusi dan konsistensi mereka di platform kami,” ujar Neneng dalam keterangan tertulis, Kamis (5/3/2026).
Grab membagi program BHR 2026 ke dalam tujuh kategori berdasarkan tingkat produktivitas dan aktivitas mitra. Dalam skema tersebut, mitra pengemudi roda dua (GrabBike) dapat menerima hingga Rp850.000, sedangkan mitra roda empat (GrabCar) dapat memperoleh hingga Rp1,6 juta. Sementara itu, kategori nominal terendah juga mengalami kenaikan signifikan menjadi Rp150.000 untuk GrabBike dan Rp200.000 untuk GrabCar. Penyaluran BHR dijadwalkan paling lambat H-7 sebelum Idul Fitri, dengan status penerimaan yang dapat dipantau melalui aplikasi GrabDriver.
Di sisi lain, CEO GoTo Group, Hans Patuwo, menyampaikan bahwa perusahaan juga meningkatkan alokasi dana BHR secara signifikan. Untuk tahun 2026, GoTo menyiapkan anggaran sekitar Rp110 miliar, meningkat dari Rp50 miliar pada 2025.
“BHR merupakan bentuk apresiasi dan semangat kekeluargaan GoTo dalam mendukung Mitra Driver untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga, berbeda dengan Tunjangan Hari Raya (THR) sebagaimana untuk pekerja formal,” kata Hans.
Dalam skema tersebut, mitra pengemudi roda dua Gojek akan menerima BHR dengan kisaran Rp150.000 hingga Rp900.000, sedangkan mitra roda empat menerima antara Rp200.000 hingga Rp1,6 juta. Penyaluran BHR dilakukan melalui saldo GoPay Mitra pada 4–6 Maret 2026. Penentuan penerima didasarkan pada sejumlah indikator seperti jam online, kualitas pelayanan, serta tingkat penerimaan dan penyelesaian order yang tercatat dalam aplikasi mitra.
Sementara itu, Maxim Indonesia juga menyiapkan program sosial bagi mitra pengemudi menjelang Ramadan dan Lebaran 2026, termasuk penyaluran BHR, paket sembako, serta insentif tambahan.
Development Director Maxim Indonesia, Dirhamsyah, mengatakan perusahaan tengah berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan penyaluran bantuan berjalan lancar.
“Tentunya pada momen Ramadan kali ini, kami akan terus mempersiapkan berbagai dukungan sosial kepada keluarga besar mitra pengemudi kami di seluruh Indonesia. Mengenai BHR, tentunya kami bersama dengan Kemnaker dan stakeholder-stakeholder lainnya akan terus berkoordinasi dan berkontribusi aktif dalam penyaluran ini,” ujar Dirhamsyah.
Menurut perusahaan, penentuan penerima BHR di Maxim didasarkan pada tingkat keaktifan mitra, kualitas layanan, serta kepatuhan terhadap aturan perusahaan. Selain itu, perusahaan juga memberikan bantuan tambahan seperti komisi aplikasi 0% bagi pengemudi disabilitas serta kegiatan sosial berupa pembagian makanan dan buka puasa bersama.
Langkah peningkatan alokasi BHR oleh perusahaan-perusahaan ride-hailing ini mencerminkan upaya memperkuat hubungan dengan mitra pengemudi di tengah berkembangnya ekosistem gig economy di Indonesia, di mana jutaan pengemudi bergantung pada platform digital sebagai sumber pendapatan utama maupun tambahan.
Sumber: Pernyataan resmi Grab Indonesia, GoTo Group, dan Maxim Indonesia; laporan media nasional (Maret 2026).